Kamu Harus Tau Dampak Pembakaran Minyak Bumi

| |

Pada dasarnya pembakaran minyak bumi merupakan zat yang banyak mengandung dampak negatifnya daripada positifnya, karena terdapat banyak sekali dampak yang di timbulkan dari pembakaran minyak bumi oleh manusia.

Dampak yang paling terasa yang di sebabkan oleh pembakaran minyak bumi adalah pencemaran lingkungan, pencemaran lingkungan yang paling utama terkena imbasnya oleh minyak bumi adalah pencemaran udara.

dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

Pencemarang lingkungan terjadi di karenakan oleh pembakaran minyak bumi yang di lakukan oleh manusia tidak sempurna sehingga menghasilkan polutan yang efeknya merusak lingkungan sekitar.

Banyak sekali polutan yang di hasilkan akibat dampak negatif pembakaran minak bumi yang tidak sempurna, contoh polutan : karbon dioksida, karbon monoksida, oksida belerang, oksida nitrogen, dan partikulat hidrokarbon. Semua polutan yang di hasilkan dari pembakaran akan berdampak negative dan merusak lingkungan sekitar.

Jenis – jenis Polutan Penyebab Pencemaran Lingkungan

a. Karbon Dioksida

yang pertama adalah karbon dioksida, karbon dioksida adalah suatu zat berbentuk gas yang cenderung berbahaya namun tingkat bahayanya bagi manusia masih relatif kecil daripada yang lain.

Akan tetapi jika karbon dioksida di biarkan terus menerus maka akibat yang di timbulkan kedepanya akan sangat parah, efek dari karbon dioksida yang paling terasa adalah efek rumah kaca (green house effect).

Efek rumah kaca terjadi karena Gas C02 yang memiliki kemampuan untuk menahan energi matahari gelombang panjang, sehingga panas yang terjadi tidak langsung terlepas ke ruang angkasa.

dampak yang di timbulkan oleh terjadinya efek rumah kaca adalah suhu di permukaan bumi menjadi panas ( pemanasan global ), dan Es yang berada di kutub utara dan selatan semakin lama mencair. dampak yang paling terasa dari pemanasan global yaitu perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim.

Di zaman modern saat ini pencegahan untuk mengurangi kadar CO2 di udara sudah di lakukan dengan adanya penanaman pohon atau penghijauan hutan, memperbanyak taman di kota, dan pembatasan penggunaan kendaraan yang menghasilkan banyak polutan gas karbon CO2.

b. Karbon Monoksida

Selain menghasilkan karbon dioksida, pembakaran yang kurang sempurna juga akan menghasilkan zat berbahaya lainya yaitu karbon monoksida. karbon monoksida tercipta akibat pembakaran yang kurang sempurna.’

Baca Juga : Proses Lengkap Pengolahan Minyak Bumi.

Contoh alat yang terkena dampak dari karbon monoksida yaitu : perkakas rumah tangga, mesin, knalpot, dan lain – lain. karbon monoksida dapat merusak alat – alat di atas apabila di biarkan terus menerus.

Efek negatif akibat karbon monoksida juga sangat beragam, efek yang paling terasa adalah dapat menyebabkan keracunan pada manusia.

Ciri – ciri dari karbon monoksida :

  1. Memiliki bentuk Gas CO2 yang tidak memilik warna dan juga tidak memiliki bau.
  2. Bersifat beracun bagi manusia.
  3. Apabila di hirup oleh manusia maka akan menyebabkan pusing, lelah, mual dan akhirnya pingsan, hal itu terjadi karena reaktivitas sel darah merah terhadap gas CO. Afinitas CO pada hemoglobin sekitar 300 kali menjadi lebih kuat ketimbang O2 . 

Apabila diudara mengandung banyak gas CO2 dan jika terhirup oleh manusia maka hemogoblin akan meningkatkan gas CO daripada gas CO2. Hal yang terjadi jika manusia menghirup terlalu banyak CO akan mengalami oksigen dalam  darahnya, reaksi yang akan di timbulkan seperti berikut :

  1. apabila hal ini terus berlangsung maka akan menimbulkan kematian oleh manusia jika kandungan CO di udara memiliki ambang batas 100 ppm lebih.
  2. apabila masih di bawah 100 ppm kandungan CO diudara, maka manusia hanya akan mengalami sakit kepala dan gangguan pernapasan apabila menghirupnya.
  3. apabila kadar CO di udara lebih dari di atas maka keselamatan manusia bisa terancam.

pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi zatCO di udara yaitu membatasi pengguna kendaraan bermotor yang menghasilkan banyak zat CO.

c. Belerang Dioksida

Belerang dioksida merupakan suatu zat yang berbentuk gas, tidak memiliki warna dan tidak mudah terbakar. Pada konsentrasi tertentu antara 0,3 – 1,0 ppm di udara, gas ini mempu menghasilkan bau yang tidak enak. Gas SO2 dapat berubah menjadi gas SO3.

dampak pembakaran minyak bumi

Pada suatu keadaan yang menghasilkan kelembapan yang tinggi, dapat terbentuk asam sulfat yang bersifat korosif terhadap banyak material logam maupun nonlogam, seperti bangunan dan cat rumah. Gas SO2 juga bisa menyebabkan suatu reaksi fotokimia yang berefek pada penurunan daya penglihatan karena menghasilkan smog (kabut asap).

Jika pada konsentrasi 0,20 ppm selang waktu 24 jam di udara terbuka maka akan menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan, efek negative yang ditimbulkan adalah penyakit kanker dan bronchitis akut.

Pengaruh ini terjadi disebabkan oleh SO2 yang dihirup melakukan reaksi bersama dengan uap air pada saluran pernapasan dan membentuk asam sulfit (H2SO3 ).  Selain itu oksida belerang juga dapat larut pada air hujan, yang akhirnya akan berdampak pada air hujan yang menghasilkan hujan asam.

d. Oksida Nitrogen

Oksida nitrogen yang dihasilkan oleh asap buangan kendaraan bermotor berasal dari reaksi antara nitrogen dan oksigen pada suhu tinggi. Reaksi yang terjadi yaitu sebagai berikut :

Gas nitrogen monoksida (NO) tidak mempunyai berwarna. Pada suatu konsentrasi yang tinggi bisa menyebabkan keracunan pada manusia. Pada saat bereaksi langsung dengan udara, gas NO akan bereaksi membentuk gas nitrogen dioksida (NO2).

Gas NO2 adalah suatu gas yang sangat beracun bagi manusia, memuliki warna merah kecokelatan, dan berbau sangat menyengat.

Kadar yang di hasilkan oleh gas NO2 lebih dari 1 ppm yang bisa menyebabkan terbentuknya zat yang bersifat karsinogen, zat tersebut adalah pemicu terjadinya penyakit kanker. Apabila dihirup manusia melebihi dari 20 ppm maka akan menyebabkan kematian.

Saat ini upaya dalam pencegahan timbulnya peningkatan kadar gas oksida nitrogen, maka di pabrik atau kendaraan bermotor dipasang pengubah katalitik (catalytic converter), yaitu dengan menambahkan katalis logam nikel di bagian pembuangan asap yang memiloiki fungsi sebagai konverter.

e. Hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan suatu campuran senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen pada banyak komposisi.

Pada umumnya, senyawa hidrokarbon merupakan suatu senyawa yang memiliki dampak negative negative yang besar. contohnya pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh gas hidrokarbon jika terdapat dalam konsentrasi cukup tinggi.

Ada 2 golongan besar hidrokarbon yang berperan dalam pencemaran udara, yaitu deret olefin dan deret aromatik. Sumber utama polutan hidrokarbon terjadi karena suatu proses pembakaran minyak bumi yang kurang sempurna dan proses penguapannya.

Terdapat beberapa uap hidrokarbon yang memiliki bau tidak sedap dan hidrokarbon lain berperan pada proses fotokimia.

Beberapa senyawa aromatik benzena dan turunannya merupakan penyebab utama dari penyakit kanker, sedangkan olefin pada konsentrasi rendah cenderung tidak begitu membahayakan bagi hewan. Namun pada beberapa jenis tanaman dapat menimbulkan hambatan pertumbuhan.

Dampak Negatif Pembakaran Minyak Bumi dan Gas Alam terhadap Lingkungan: 

1. Timbulnya kabut asap

Kabut asap atau yang biasa disebut smog adalah asap yang di hasilkan dari pembakaran senyawa minyak bumi dan gas alam, contohnya pada pabrik dan kendaraan bermotor, pembakaran tersebut mengakibatkan menyatunya dengan uap air sehingga menyebabkan kabut yang pekat.

Kabut asap sangat berbahaya karena dapat mengganggu pandangan sehingga tidak dapat melihat pada jarak yang jauh. Selain itu dampak negative kabut asap juga mengakibatkan gangguan saluran pernafasan, radang-radang, asma hingga kanker dan kematian.

2. Terjadinya hujan asam

Hujan asap terbentuk akibat nitrogen oksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2) dari asap pembakaran minyak bumi dan gas alam naik ke atas permukaan atmosfer sehingga melakukan reaksi terhadap uap air. Reaksi ini menghasilkan asam nitrat dan asam sulfida di awan.

Baca Juga : Proses Pembentukan Minyak Bumi.

Asam ini akan turun ke tanah apabila terjadi hujan selanjutnya hujan tersebut akan membentuk hujan asam yang akan berdampak buruk bagi manusia.

Hujan asam sabgat berbahaya karena menyebabkan korosi atau pengkaratan pada logam. Selain itu hujan asam juga dapat menimbulkan kerusakan tanah dan kematian pada tumbuhan.

3. Terjadinya pemanasan global

Gas karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan gas alam merupakan gas rumah kaca, yang artinya gas ini menyerap panas. Peningkatan gas karbon dioksida ini menimbulkan peningkatan suhu atmosfer bumi dan akibatnya iklim di seluruh dunia juga ikut berubah.

Dampak Negatif Pembakaran Minyak Bumi dan Gas Alam Terhadap Kesehatan:

1. Gangguan pernafasan

Gangguan pernafasan meupakan gangguan yang di sebabkan oleh asap atau polusi udara yang di hasilkan oleh gas karbon monooksida (CO). nah karbn monoksida sendiri dihasilkan oleh suatu pembakaran yang tidak di lakukan dengan sempurna oleh manusia.

efek positif dan negatif pembakaran minyak bumi

Jika pembakaran minyak bumi tidak di lakukan dengan sempurna maka akan menghasilkan banyak karbon monoksida. Gas karbon monoksida berbahaya menimbulkan gangguan pernafasan karena dapat menghalangi pengikatan oksigen  oleh hemogoblin, sehingga menimbulkan dampak gangguan pernafasan pada manusia.

Selain itu jika kadar oksigen di dalam tubuh manusia sedikit maka akan berakibat pada gangguan organ lainya.

2. Kanker paru-paru

Partikel halus yang dihasilkan oleh knalpot kendaraan bermotor juga dapat merusak sel di paru-paru, hal inilah yang menyebabkan kanker paru-paru terjadi oleh manusia. jika pada knalpot di beri alat penyaring untuk meminimalisir keluarnya partikel halus yang keluar, maka akan terjadi pencegahan pada penyakit kanker paru – paru.

3. Kerusakan tulang sumsum

Eksposur terhadap benzena (C6H6), yang menjadi salah satu partikel yang berbahaya di asap kendaraan bermotor, bisa menimbulkan kerusakan pada tulang tulang sumsum. 

Karena tulang sumsum merupakan bagian tubuh yang menghasilkan antibiotik dan sel darah, ini dapat berefek pada berkurangnya efektifitas sistem kekebalan tubuh.

4. Kanker ginjal

Selain paru-paru, jika polutan hasil pembakaran minyak dan gas bumi masuk ke dalam tubuh juga bisa merusak fungsi ginjal. Ini dapat terjadi karena ginjal memiliki fungsi untuk menyaring kotoran dari darah. Sehingga kotoran yang menumpuk di ginjal akan menimbulkan kanker ginjal pada manusia.

Demikian artikel ini dibuat, jika terdapat pertanyaan pada materi di atas tentang dampak pembakaran minyak bumi bagi makhluk hidup. silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.

Previous

Bagaimana Cara Menghitung Laba Sebuah Usaha, Simak Tips Berikut

Cara Tepat Dalam Memilih dan Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Next
Previous

Bagaimana Cara Menghitung Laba Sebuah Usaha, Simak Tips Berikut

Cara Tepat Dalam Memilih dan Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Next

Tinggalkan komentar